Kamis, 19 Juli 2012

Etika Dalam Menggunakan Ponsel

Seorang masinis kereta penumpang mengirim SMS lalu 22 detik kemudian kereta tersebut bertabrakan dgn kereta api barang. Akibatnya 25 orang tewas termasuk masinis tersebut dan banyak yang terluka. Kejadian tersebut benar-benar terjadi di Amerika Serikat pada tanggal 12 September 2008. Hasil investigasi menunjukkan kecelakaan ini akibat masinis mengirim SMS sesaat sebelum kecelakaan tersebut. Masinis tersebut tidak sempat mengerem keretanya. Penggunaan ponsel dgn tidak tepat bisa menyebabkan banyak masalah. Karena itu, bagaimana etika menggunakan ponsel atau handphone?


Ponsel atau HP sebagai perangkat telekomunikasi pastilah memiliki banyak manfaat. Teknologi ini memungkinkan kita berkomunikasi dgn mudah. Selain itu, ponsel masa kini, seperti smartphone telah memiliki berbagai fitur yang bermanfaat. Maka penggunaan ponsel secara tepat akan memiliki banyak manfaat positif.

Namun, mengingat banyak jg dampak negatif yang bisa disebabkan penggunaan ponsel, maka bagaimana menghindari dampak tersebut sewaktu menggunakan ponsel? Berikut ini beberapa pertanyaan dan saran praktis yang bisa Agan terapkan sewaktu menggunakan ponsel.

Selamat menyimak gan!


Menggunakan Ponsel Sembarangan Bisa Berbahaya


 

Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena seseorang menggunakan telepon seluler atau ponsel saat mengemudikan kendaraan. Konsentrasi seseorang akan berkurang saat mengemudikan kendaraan sambil bertelepon, apalagi jika dalam kecepatan tinggi. Itu sebabnya di banyak negara, penggunaan ponsel selama mengemudikan kendaraan dilarang dan bisa dikenai sanksi pidana.

Di Indonesia sendiri mulai disosialisasikan dalam Undang-Undang Lalu Lintas yaitu UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Di dalamnya terdapat pasal yang berhubungan dgn penggunaan ponsel yaitu Pasal 106 ayat 1 yaitu "Setiap pengendara wajib menjalankan kendaraannya dgn konsentrasi". Penggunaan ponsel bisa mengganggu konsentrasi dan menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Itu sebabnya penggunaan ponsel saat mengemudikan kendaraan bisa termasuk pelanggaran terhadap UU tersebut. Bahkan menurut penelitian, pengendara yang berbicara menggunakan ponsel di kendaraan sama lengahnya dgn orang yang sedang mabuk.



Selain itu, menggunakan ponsel di pesawat jg dianggap membahayakan. Dalam buku panduan berbagai perangkat selular mencantumkan petunjuk untuk mematikan perangkat selular di dalam pesawat karena bisa menyebabkan gangguan terhadap perangkat navigasi pesawat. Dalam UU ITE Pasal 33 jg mencantumkan larangan serupa yang berbunyi "Setiap Orang dgn sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya."

Penggunaan ponsel secara sembarangan jg bisa menyebabkan berbagai problem lainnya. Misalnya merekam adegan yang tidak senonoh dgn kamera ponsel bahkan mengirimkannya kepada orang lain. Lalu dgn mudah foto tersebut dikirimkan lagi kepada orang lain sehingga menyebar dgn cepat.

Etika saat Menggunakan Ponsel

Ponsel atau HP sebagai perangkat telekomunikasi pastilah memiliki banyak manfaat. Teknologi ini memungkinkan kita berkomunikasi dgn mudah. Selain itu, ponsel masa kini, seperti smartphone telah memiliki berbagai fitur yang bermanfaat. Maka penggunaan ponsel secara tepat akan memiliki banyak manfaat positif.

Namun, mengingat banyak jg dampak negatif yang bisa disebabkan penggunaan ponsel, maka bagaimana menghindari dampak tersebut sewaktu menggunakan ponsel? Berikut ini beberapa pertanyaan dan saran praktis yang bisa Agan terapkan sewaktu menggunakan ponsel.

Kapan saat menghindari menggunakan ponsel?



Jika berbicara dgn menggunakan ponsel bisa mengganggu orang lain, misalnya dalam tempat ibadat, gedung bioskop, ruang kelas, gedung konser, dan lainnya— maka hindari menggunakan ponsel di tempat seperti itu. Agan jg bisa mengatur mode senyap pada ponsel Agan sehingga tidak mengganggu orang lain. Bahkan jika perlu, matikan saja ponsel Agan.

Apakah perlu berbicara dgn suara keras di ponsel?



Hindari berbicara dgn ponsel dgn suara terlalu keras, khususnya jika Agan berada di tempat umum (public area). Hal ini akan menarik perhatian orang-orang pada diri Agan dan bisa menimbulkan gangguan bagi beberapa orang. Selain itu, mikropon dalam ponsel mampu menangkap suara yang lembut sekalipun, sehingga tidaklah perlu berteriak atau bersuara keras saat menggunakan ponsel Agan.

Pembicaraan pribadi di ponsel, patutkah?



Jangan membicarakan hal pribadi dgn menggunakan ponsel di tempat yang ada orang lain, misalnya saat berada di ruang rapat, ruang kerja yang digunakan bersama-sama, atau bahkan di tempat umum seperti di dalam bus, kereta api, halte, dan lainnya. Jika Agan harus segera menyelesaikan pembicaraan tersebut, bicaralah secara singkat dan telepon kembali segera setelah Agan keluar ruangan lalu lanjutkan pembicaraan pribadi tersebut.

Berbicara urusan pribadi dekat orang lain?



Jika Agan sedang berbicara dgn ponsel, jaga jarak minimal 3 meter dgn orang lain agar tidak mendengar pembicaraan Agan. Jika Agan berdiri atau berada di dekat orang lain, akan membuat orang lain mau tidak mau mendengarkan urusan pribadi Agan.

Menerima panggilan telepon saat sdg berbicara dgn orang lain



Hindari ponsel Agan mengganggu percakapan yang sedang dilakukan. Umumnya saat ponsel berbunyi, seseorang akan mengatakan: "Maaf, ane terima telepon dulu." Hal ini kurang menunjukkan etika dan respek terhadap lawan bicara yang sedang berhadapan langsung dgn Agan. Namun, dalam kasus khusus, menerima panggilan telepon saat sedang berbicara dgn orang lain bisa dilakukan jika memang benar-benar perlu untuk menerima panggilan telepon. Hal yang sama jg berlaku saat Agan mengetik SMS. Hindari mengetik SMS sambil berbicara dgn orang lain.
 


Seberapa bahaya menerima telepon
atau mengirim SMS sambil mengemudi?




Jangan menggunakan ponsel untuk berbicara saat mengemudikan kendaraan apalagi mengetik dan mengirim SMS. Hal ini sangat berbahaya. Karena saat Agan berbicara melalui ponsel, Agan sama lengahnya dgn seorang pemabuk. Apalagi jika Agan mengetik SMS, maka tingkat kewaspadaan Agan akan jauh berkurang. Prinsipnya adalah fokus mengendarai kendaraan Agan saat sedang berkendara lalu fokus menelpon saat tidak mengemudi.

Mengapa harus fokus kepada lawan bicara di ponsel?



Saat Agan memang sedang fokus berbicara dgn menggunakan perangkat telekomunikasi seperti ponsel, lakukan itu memberi fokus kepada pembicaraan lawan bicara Agan. Komunikasi via ponsel dilakukan secara verbal dan bukan visual, sehingga perlu perhatian penuh saat lawan bicara Agan berbicara untuk menghindari kesalahpahaman.

Kapan saat mematikan ponsel?



Matikan ponsel Agan saat sedang melakukan wawancara kerja, presentasi, pertemuan dgn direksi, dan beberapa tempat lainnya yang menuntut suasana senyap dan hening. Penggunaan ponsel di pesawat terbang jg dilarang untuk menghindari gangguan perangkat navigasi pesawat. Gunakan pengamatan Agan, apakah Agan berada di situasi yang menuntut untuk mematikan ponsel Agan.

Lebih baik mana: Telepon atau SMS?



Jika Agan berada dalam keadaan darurat atau keadaan yang membutuhkan respon cepat, hindari menggunakan SMS untuk menghubungi orang lain. Teleponlah sesegera mungkin, karena pembicaraan melalui telepon lebih efektif ketimbang mengirim pesan teks.

Memotret dgn ponsel, bagaimana aturannya?

Jangan mengambil gambar atau memotret orang lain dgn ponsel Agan tanpa izin, karena hal tersebut tidak sopan dan bisa membuat orang tersebut malu.

Menerima gambar tidak senonoh, apa yang harus dilakukan?



Jika menerima gambar yang tidak senonoh dari orang lain dalam ponsel Agan, jangan meneruskan dan menyebarkan gambar tersebut kepada rekan-rekan Agan yang lainnya.

Tips :

Telepon seluler atau handphone telah menjadi perangkat telekomunikasi yang sangat membantu. Namun jangan gunakan ponsel Agan dgn sembrono yang menyebabkan kecelakaan ataupun gangguan bagi orang lain.
Gunakan ponsel Agan secara tepat dan dgn etika yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"