Minggu, 15 Juli 2012

Tips Agar Tulisan Dimuat Di Media Masa

Berawal dari keisengan saya memikirkan bagaimana bisa sebuah media diinternet menerbitkan begitu banyak tulisan setiap harinya, berapa banyak orang bekerja disana untuk berbagi ilmu dan merangkai kata-kata, Rupanya setelah diterawang, media diinternet itu bukan seperti robot yang terus bekerja mengupdate tulisan terbaru dari pihak orang dalam yang bekerja. Tetapi siapa saja bisa menjadi penghasil tulisan yang dimuat di media. Nah, jadi bagaimana supaya tulisan kita bisa diterima oleh media? berikut uraiannya.

AKTUAL
Redaksi Sebuah media akan memilih tema-tema aktual untuk diterbitkan. Aktual dalam arti sedang menjadi pembicaraan di kalangan publik. Selain itu aktual secara momentum. Misalnya redaksi menyukai artikel yang berhubungan dengan hari-hari yang sedang diperingati. Jadi kirimkan tulisan soal perburuhan beberapa hari sebelum Hari Buruh. Atau tulisan tentang isu keperempuanan menjelang Hari Kartini. Kalimat yang mengingatkan tentang isu hangat atau momentum tertentu bisa menjadi cantelan dan awalan saat memulai tulisan.


KOMPETENSI
Tulis artikel yang sesuai dengan kompetensi Anda. Media lebih suka memuat artikel ekonomi dari orang berlatar pendidikan Ekonomi, isu pendidikan dari orang berlatar belakang Pendidikan atau isu politik dari orang berlatar belakang Ilmu Politik dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan ibu rumah tangga? Jangan khawatir, ibu rumah tangga pun bisa kompeten ketika itu menyangkut tentang kehidupan sehari-hari yang biasa bersentuhan dengan dirinya.

SPESIFIK
Artikel yang ditulis sebaiknya spesifik dan terperinci, melihat dari satu sudut pandang, jangan terlalu luas. Tulisan yang menukik lebih bisa dipahami daripada menyangkut banyak hal, yang justru akan membingungkan pembacanya.

BERDAGING
Buat tulisan yang berdaging, dalam arti disertai data-data akurat, berupa angka-angka atau kesimpulan hasil penelitian. Misalnya bila menulis tentang HIV/AIDS, sertakan data jumlah paling mutakhir orang dengan HIV/AIDS.

ORISINIL
Boleh saja mengutip pendapat orang atau penulis lain, tapi jangan sampai dominan, sehingga tulisan kita hanya jadi mozaik pendapat-pendapat orang. Dengan kata lain sebaiknya tulisan adalah ide orisinil kita sendiri. Boleh mengutip pendapat orang/pakar, tapi hanya sebagai penguat argumen.

PERHATIKAN SEGMEN MEDIA
Perhatikan apakah media yang akan dikirimi artikel adalah media nasional atau lokal. Bila media lokal, tentu lebih suka isu-isu lokal. Perhatikan juga pembacanya. Apakah kalangan bawah, menengah atau atas? Sesuaikan model tulisan dan tema dengan segmen pembaca. Misalnya bila mengirim ke media yang pembacanya masyarakat menengah ke bawah, jangan angkat isu-isu yang “berat” dan jangan gunakan kata-kata teknis yang sulit dipahami.

JUMLAH KARAKTER
Tanyakan kepada redaksi, berapa jumlah karakter artikel yang biasanya dimuat. Bila jumlah karakter yang dimuat biasanya 6.000, jangan mengirim tulisan yang jumlah karakternya 10.000, karena akan menyulitkan redaktur atau editor dalam menyeleksi tulisan.

KIRIM SECARA EKSKLUSIF
Kirim satu artikel ke hanya satu media, karena media juga butuh eksklusivitas. Bila dalam beberapa hari tidak dimuat, jangan sungkan menelepon media mengenai kabar artikel kita. Bila ada kepastian tidak dimuat, artikel kita bisa dicabut, dan bisa kita kirimkan ke media lain.

KENALAN DENGAN EDITOR
Sah-sah saja berkenalan dengan redaktur atau editor. Bisa juga berteman dengan mereka melalui social media. Perlakuan terhadap orang yang dikenal biasanya beda. Ini manusiawi. Hehehehe

BANDEL
Terus kirim bila tulisan kita tidak dimuat. Bersikap bandel adalah cara aneh untuk dikenal redaktur. makin sering mengirim, makin dikenal. Dan makin terjalin kedekatan dengan redaktur, sehingga akhirnyabarangkali redaktur akan jatuh kasihan, dan tulisan Anda akan dimuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"