Selasa, 13 November 2012

Kelainan bipolar tingkatkan risiko kelahiran prematur

Kelainan bipolar tingkatkan risiko kelahiran prematur

 Wanita yang mengalami gangguan bipolar berisiko tinggi melahirkan prematur atau 37 minggu sebelum kelahiran normal. Selain kelahiran prematur, mereka juga berisiko mengalami komplikasi saat melahirkan. Studi ini dipublikasikan secara online di jurnal BMJ, 8 November.

Orang dengan gangguan bipolar atau sering disebut manic depresi, mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Pemberian obat penyeimbang suasana hati dapat menstabilkan suasana hati pasien agar tetap dalam kisaran normal. Namun, obat ini diduga dapat menyebabkan masalah komplikasi pada kehamilan.

"Obat apa pun itu pasti memiliki efek samping. Dan kami berharap dapat menawarkan pengobatan yang lebih aman bagi pasien," kata Dr Salvatore Gentile, seorang ahli kesehatan mental di Italia, dalam sebuah rilis editorial, seperti dilansir Health.com, (9/11).

Lakukan pemeriksaan secara rutin pada kehamilan Anda. Kondisi kejiwaan termasuk salah satu faktor yang harus Anda perhatikan. Bukan malah diabaikan.(www.merdeka.com)


Baca juga artikel menarik lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el éxito siempre estará con nosotros"