Jumat, 01 Juni 2012

Inilah 5 Hal Yang Sering Menyebabkan Gagalnya Pernikahan

 
Setiap pasangan yang menikah pasti memiliki harapan kalau hubungannya akan terus bertahan hingga tua nanti. Pada kenyataannya semakin banyak saja pernikahan yang berakhir dengan perceraian.

Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mengenal sebab-sebab utama retaknya hubungan pernikahan agar tahu cara menangani masalah yang mungkin akan muncul dan menjaga pernikahan tetap langgeng. Berikut lima masalah utama penyebab kegagalan pernikahan, seperti yang dirangkum dari EzineArticles:

1. Tidak ada Kepercayaan
Alasan utama perceraian adalah tidak adanya rasa percaya satu sama lain. Anda tidak dapat bertahan dalam satu hubungan jika tidak dapat mempercayai pasangan Anda, bukan? Oleh karena itu, jika ingin pernikahan yang sukses, Anda harus bisa percaya sepenuhnya dengan pasangan. Begitu juga sebaliknya, Anda harus bisa menjaga rasa percaya pasangan kepada diri sendiri.

2. Masalah Finansial
Satu hal yang sering diperdebatkan pasangan adalah uang. Banyak orang yang mungkin tidak mau mengakuinya, tetapi uang memiliki pengaruh besar dalam banyak kasus kegagalan pernikahan. Oleh karenanya, pastikan Anda saling terbuka satu sama lain mengenai masalah yang menyangkut tentang keuangan.

3. Menikah Terlalu Muda
Umur tidak terlalu berpengaruh dalam menjalin hubungan pernikahan, namun kedewasaan adalah yang utama. Salah satu alasan mengapa pasangan muda berakhir dengan perceraian adalah karena keputusan mereka untuk menikah tetapi tidak memiliki kematangan. Tanggung jawab yang berat buat banyak pasangan menyerah di tengah jalan.

4. Perselingkuhan
Perselingkuhan juga menjadi salah satu alasan utama kegagalan pernikahan. Walaupun pria seringkali cenderung tidak setia kepada istrinya, banyak wanita saat ini yang juga tidak setia kepada pasangannya. Solusi utama untuk masalah ini adalah dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasaangan sehingga ia tidak akan mencari perhatian yang dari orang lain.

5. Kesalahpahaman dengan Mertua
Ini merupakan masalah umum bagi pasangan yang orang tuanya suka ikut campur dengan pernikahan sang anak. Tidak ada salahnya Anda meminta nasihat dari orang tua, tetapi jangan biarkan orang tua yang mengatur pernikahan sehingga menyinggung pasangan. Anda dan suami harus bersama-sama menyelesaikan masalah dan tidak melibatkan orang tua karena akan malah memperburuk keadaan (http://wolipop.detik.com).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"