Kamis, 18 Juli 2013

Mengenal jenis-jenis petasan


Kalau ada event-event tertentu misalnya bulan puasa ini, sering donk liat anak-anak main petasan di lapangan atau pun di pinggir jalan... Nah, apa saja sih jenis-jenis petasan yang mereka mainkan?

1. Petasan cabe
 
Dinamakan petasan cabe karena bentuknya yang kecil bagaikan cabe rawit. Namun ledakannya juga cukup menggigit. Meski demikian, banyak juga yang menganggap petasan cabe ini bunyinya nanggung (baca: cempreng) sehingga ngeledakin serentet doang kayaknya nggak afdol, begitu. Macam cabe rawit lah pokoknya, bikin nagih buat yang suka mah.

2. Petasan rokok


Cara menggunakannya nggak jauh beda dengan cara menggunakan korek api kayu biasa. Tapi ukurannya yang mini banget dan bentuknya yang menyerupai puntung rokok biasa itu sungguh menimbulkan efek kaget yang pol. Hati-hati ketuker sama rokok beneran ya, ngerokok ginian bisa bikin gigi rontok dan lidah buntung

3. Petasan roket
 
Yak. Sejenis petasan roket, tapi kalo jangwe itu versi tradisionalnya kali ya. Biasanya berwujud lintingan kertas dan ada pegangannya gitu, bisa dari lidi-lidian atau kayu tipis. Petasan jangwe ini menimbulkan bunyi yang lumayan bikin kaget, tapi juga cukup kece karena nggak cuma bunyi doang tapi muncul pula ledakan berwarna-warni. Lumayan semarak lah. Sodaraan ama si petasan jangwe ini adalah petasan air mancur yang memancarkan percik api kalau sumbunya dinyalain.

4. Petasan DIY (do it yourself - rakit sendiri :D)

Petasan ini emang gak bisa ditemuin di toko-toko lagi karena biasanya bikin sendiri gitu deh. DIY macam anak punk gitu lho. Dibuat dari bambu petung yang konon lebih besar dan tebal. Nah, dalemnya bambu ini diisi karbit dan air. Kadang-kadang juga bisa menggunakan minyak tanah. Terus, cara membunyikannya ya dengan disulut api dari kejauhan. Jangan lupa sambil siap-siap tutup kuping juga soalnya bunyinya emang nyaring banget.

5. Petasan tanam

 
Ini petasan yang daya ledaknya cukup bikin kita nyebut istighfar berkali-kali. Cara nyalainnya biasanya dengan cara dipendem di tanah, kalo bisa sumbunya dibikin agak panjang juga supaya masih ada waktu buat lari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"