Senin, 11 Maret 2013

Tempat Pelacuran Jorok Di Nigeria

Dimana ada manusia bisa dipastikan disitu ada pelacuran walaupun karena hasrat seksual pasti selalu menyertai kehidupan manusia, tergantung sejauh mana seseorang mampu menyalurkannya secara benar sesuai dengan norma susila dan agama tentunya. Kecenderungan manusia untuk melakukan hubungan sex merupakan komoditas bagi sebagian manusia untuk mengkomersialkannya dengan menjadi pelacur. Terbukti banyak wanita penjaja sex memperoleh kekayaan yang berlimpah walaupun untuk profesi yang satu ini seringkali "pelaku bisnisnya" mendapat cemoohan dari masyarakat di sekitarnya, belum lagi penyakit kelamin pasti mengancam kehidupannya.

Hampir disetiap negara terdapat orang yang berprofesi sebagai Penjaja sex komersial hanya masing-masing negara memberikan respon yang berbeda terhadap para tunasusila ini. Secara formal pemerintah melarang perilaku asusila ini, namun pada prakteknya penyakit masyarakat ini tetap selalu ada termasuk di negara-negara yang memperlakukan hukum dalam kebijakan pemerintahnya.

Di negeria para penjaja sex kelas bawah mempunyai cara yang unik dalam memperdagangkan "dagangannya", mereka membuka dikebun, ditengah sawah, di padang rumput dan tempat-tempat terbuka lainnya. Uniknya di tempat-tempat tersebut mereka menyediakan kasur untuk melayani para lelaki hidung belang. Tempatnya terkesan kumuh dan jorok bahkan kondom dan celana berserakan di tempat-tempat mereka menjajakan barang dagangannya.


















BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

1 komentar:

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"