Senin, 22 Juli 2013

Luar Biasa, Lampu Ini Menyala dengan Tenaga Gravitasi Bumi

lampu ini dujual hanya USD5
Seorang desainer Inggris, Martin Riddiford belum lama ini menemukan lampu bertenaga gravitasi bumi, GravityLight. Lampu sebesar buah nanas ini digerakkan oleh beban seberat 25 pon yang jatuh perlahan dari ketinggian enam kaki dalam 30 menit.

Gaya kinetik yang dihasilkan tersebut mampu membuat motor di dalam lampu berotasi ribuan kali per menit dan menghasilkan cahaya. Meski lebih terang dari lampu minyak, namun lampu ini masih memiliki kekurangan: setiap setengah jam sekali, beban lampu tersebut harus dinaikkan secara manual untuk mengulang proses.>>lihat gambar

Kepada businessweek.com, Martin Riddiford mengatakan, GravityLight segera diuji coba di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah pada musim panas ini. “Menurut rencana, lampu ini akan dipasarkan dengan harga USD5 (sekitar Rp50 ribu) per unit,” ujar Martin yang berencana menggunakan teknologi ini untuk charger ponsel.

Di era modern seperti sekarang, ternyata masih ada 1,5 miliar penduduk di dunia, terutama dari negara-negara berkembang, yang hidup tanpa tenaga listrik—dan menggunakan lampu minyak tanah sebagai alat penerangan rumah. Bahkan data World Bank menyebutkan, mereka mengeluarkan 10% penghasilannya, yakni sekitar USD36 miliar, untuk membeli minyak tanah.

Apakah GravityLight jawabannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el éxito siempre estará con nosotros"