Senin, 22 Juli 2013

Fakta di Balik Haru Dan Sedihnya Perpisahan

Perpisahan, sebuah momen yang terkadang begitu berat untuk dijalani. Bahkan, seringkali membuat kita butuh bertahun-tahun lamanya untuk menghapuskan kesedihan akan sebuah perpisahan, dengan siapapun itu.
Perpisahan, kadang hanya mengalirkan air mata dan kenangan. Sesekali juga membuahkan senyum haru dan rasa rindu. Ya, karena ada beberapa hal yang sebenarnya membuat kita berharap dalam sebuah perpisahan. Harapan-harapan itu, tertuang dalam fakta-fakta perpisahan berikut ini.

Banyak Orang Merasa Canggung Saat Berpamitan
Coba perhatikan setiap kali Anda ada di penghujung waktu dan hendak berpamitan. Seringkali ada rasa yang menggantung atau ada sungkan yang menahan. Secara tak sadar, semua orang agak berat dengan sebuah perpisahan. Biasanya hal ini terjadi pada perpisahan yang tak tentu kapan akan kembali lagi atau bahkan tak akan pernah kembali.

Banyak Orang Butuh Lebih Dari Kata 'Sampai Jumpa' Untuk Berpamitan
Dalam keadaan yang hangat bersama teman-teman, dengan pacar, dengan keluarga, seringkali seseorang menghabiskan waktu lebih dari 2 menit untuk berpamitan. Hal ini karena kata 'sampai jumpa' tidak pernah cukup untuk bisa berpamitan dari mereka. Masih ada rutinitas bersalaman, berpelukan, bahkan bicara panjang lebar sebelum kalimat perpisahan itu muncul.

Karena Kita Tak Tahu Kalau Perpisahan Itu Benar-Benar Untuk Terakhir Kalinya
Memang tak ada salahnya menikmati setiap momen, bahkan dengan orang yang tak Anda sukai sekalipun. Mungkin awalnya Anda benci padanya, namun suatu saat Anda akan menyadari bahwa Anda lebih benci bila berpisah dan tak bisa melihatnya lagi. Pemisah yang menyiksa di dunia ini ada tiga, yaitu jarak, waktu dan kematian.

Tak Ada Yang Ingin Berpisah Dengan Kenangan Buruk
Banyak orang yang tak ingin berpisah dengan meninggalkan kesan yang buruk. Mengapa? Karena sekali hal itu terjadi, maka kita akan merasakan ganjalan, trauma dan penyesalan yang tak sembuh dalam hitungan jam, bahkan hari.

Kapan Kita Akan Bertemu Lagi?
Mengapa 'sampai jumpa' lebih baik dikatakan daripada 'selamat tinggal'? Karena ungkapan kedua lebih menyakitkan untuk diucapkan saat perpisahan. Namun, siapa yang tahu apa yang bisa terjadi di hari esok? Hal inilah yang bisa membuat kita lebih mengikhlaskan perpisahan. Masih ada harapan dan hari esok.

Perpisahan Dapat Menjadi Akhir Atau Berlanjut, Namun Semuanya Tetap Menguatkan
Perpisahan seringkali dianggap menjadi akhir dari sebuah hubungan. Bila Tuhan mengijinkan, kita mungkin bisa bertemu lagi dengan orang tersebut. Namun yang paling penting adalah, bahwa keduanya bisa membuat kita menjadi sosok yang lebih tangguh. Bila Anda tak percaya, coba ingatlah perpisahan Anda dengan seseorang di masa lalu dan lihatlah bagaimana Anda bisa bertahan di sini, hari ini.

Perpisahan, bagaimanapun bentuknya sudah menjadi sebuah suratan. Bila diijinkan maka akan kembali lagi, bila tidak maka ikhlaskan pergi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el √©xito siempre estar√° con nosotros"