Selasa, 26 Maret 2013

Villa Epecuen: Kota yang Terendam Selama 25 Tahun



Villa Epecuen adalah nama sebuah desa wisata yang dibangun pada tahun 1920-an. Villa berada di sepanjang pantai Lago Epecuen, lagu epecuen merupakan danau garam yang terletak 600 kilometer barat daya kota Buenos Aires, Argentina. Lago Epecuen hampir sama seperti kebanyakan danau gunung lainnya, tetapi ada satu hal yang mermbedakannya dengan danau gunung yang lain. Danau Ini memiliki kadar garam yang tinggi, hanya Laut Mati yang memiliki kadar garam melebih kadar garamnya, dan kadar garam danau ini sepuluh kali lebih tinggi dari laut manapun.

Danau ini dijadikan tempat untuk terapi, Kekuatan terapi Lago Epecuen ini telah terkenal selama berabad-abad. Legenda mengatakan bahwa danau terbentuk oleh air mata dari seorang Pemimpin besar yang menangis karena rasa sakit yang diderita kekasihnya. Dikatakan bahwa Epecuen - atau "musim semi abadi" - dapat menyembuhkan depresi, rematik, penyakit kulit, anemia, bahkan mengobati diabetes. 
Pada akhir abad kesembilan belas, penduduk pertama dan pengunjung mulai berdatangan ke Villa Epecuen dan mendirikan tenda di tepi danau. Villa Epecuen berubah dari sebuah desa pegunungan menjadi  sebuah resor wisata yang ramai. Desapun memiliki jalur kereta api yang menghubungkan ke Buenos Aires. Tak lama kemudian, wisatawan dari seluruh Amerika Selatan dan dunia datang berbondong-bondong, dan pada tahun 1960-an, sebanyak 25.000 orang datang setiap tahun untuk berendam dalam air garam yang menenangkan . Populasi kota memuncak pada tahun 1970 dengan lebih dari 5.000. Hampir 300 perusahaan berkembang, termasuk hotel, hostel, spa, toko, dan museum.
Namun pada periode yang sama terjadi perubahan cuaca jangka panjang  yang mengakibatkan curah hujan lebih banyak dari biasanya, dan ini terjadi selama bertahun-tahun. Lago Epecuen mulai menguap. Pada 10 November 1985  volume air tidak mampu lagi ditahan oleh bendungan, sehingga air menggenangi kota-kota yang berada disekitarnya.Ketinggian air mencapai 4 meter. Pada tahun 1993, banjir tetap bertambah tinggi secara perlahan hingga mencapai ketinggian 10 meter, dan menenggelamkan kota. 
Hampir 25 tahun kemudian,  pada tahun 2009, cuaca basah terbalik dan air mulai surut. Villa Epecuen mulai nampak kembali ke permukaan. Namun tidak ada yang kembali kembali ke kota, kecuali Pablo Novak, seorang kakek yang berusia 81 tahun yang kini menjadi penduduk satu-satunya di Villa Epecuen itu.
"Saya OK di sini. Saya hanya sendirian. Saya membaca koran. Dan saya selalu berpikir tentang hari-hari emas kota akan kembali seperti  di tahun 1960-an dan 70-an, "kata Novak.
 Pada 2011, fotografer AFP Juan Mabromata mengunjungi reruntuhan Villa Epecuen, dengan Novak, dan kembali dengan gambar-gambar berikut ini: 

villa-epecuen

villa-epecuen-1
villa-epecuen-2
villa-epecuen-3
villa-epecuen-4
villa-epecuen-5
villa-epecuen-6

villa-epecuen-7
villa-epecuen-8

villa-epecuen-9
villa-epecuen-10
villa-epecuen-11
villa-epecuen-12

villa-epecuen-13
villa-epecuen-14

villa-epecuen-15
villa-epecuen-16
villa-epecuen-17
villa-epecuen-18
villa-epecuen-19

villa-epecuen-20



BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
9 Hotel Yang Terinspirasi Dari Karya Sastra  
Source:www.amusingplanet.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el Ă©xito siempre estarĂ¡ con nosotros"