Minggu, 06 Oktober 2013

Penyebab Tikus Tidak Takut Lagi pada Kucing

Tikus (ilustrasi)
Tikus kemungkinan akan secara permanen kehilangan rasa takut bawaan pada kucing setelah mereka terinfeksi parasit mikroskopis. Parasit bersel tunggal Toxoplasma gondii diketahui menghambat ketakutan terprogram tikus pada kucing.


Bahkan setelah tikus dibersihkan dari infeksi, tikus tidak lagi bereaksi dengan rasa takut pada urin kucing hutan. Tim yang menulis laporan dalam Jurnal Plos One, mengatakan infeksi bisa menyebabkan perubahan permanen pada otak tikus.


Wendi Ingram dan koleganya di Universitas California, Berkeley mengukur bagaimana tikus bereaksi terhadap urin kucing hutan. Kucing biasanya menandai wilayah mereka dengan air kencing yang membantu tikus mendeteksi dan menghindari daerah di mana predator mungkin mengintai.


Mereka yang tetap tidak terinfeksi Toxoplasma gondii menunjukkan keengganan pada urin, sedangkan tikus yang terinfeksi berjalan bebas di sekitar daerah uji.


"Sungguh luar biasa bahkan setelah infeksi sebagian besar atau seluruhnya dibersihkan, perubahan perilaku yang mendalam berlanjut," kata Ingram seperti dikutip BBC, Kamis (19/9).


Menurutnya, dampak infeksi permanen tersebut kemungkinan memiliki implikasi besar untuk obat penyakit menular. Pada tikus, infeksi biasanya didapat dari kotoran kucing. Parasit kemudian bekerja sendiri ke setiap organ dalam tubuh terutama otak dimana kemudian parasit membentuk kista.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el éxito siempre estará con nosotros"