Sabtu, 14 Juli 2012

Sering Pakai Ponsel Saat Hami Bisa Membuat Anak Hiperaktif

img  
Ibu hamil dianjurkan tidak terlalu sering menggunakan ponsel, sebab dikhawatirkan radiasinya akan memicu gangguan perilaku pada janin yang dikandungnya. Benarkah radiasi ponsel semasa hamil bisa bikin anak tumbuh menjadi hiperaktif?

Dugaan bahwa radiasi ponsel pada ibu hamil bisa menyebabkan gangguan perilaku terungkap dalam sebuah penelitian di Yale University. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Report ini menunjukkan, radiasi bisa mempengaruhi pertumbuhan otak.

Dengan menggunakan sekelompok tikus betina, para peneliti memberikan paparan radisasi ponsel selama masa kehamilan. Akibatnya saat diamati di laboratorium, anak-anak tikus yang dilahirkan cenderung memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi dari anak tikus pada umumnya.

Peningkatan aktivitas di beberapa bagian otak tersebut diyakini mirip seperti pada penderita Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Gangguan ini seringkali menyebabkan anak susah konsentrasi, selalu gelisah dan susah mengingat sesuatu karena kapasitas memorinya tidak berkembang.

"Meningkatnya gangguan perilaku pada anak manusia seperti misalnya GPPH kemungkinan besar masih terkait dengan pemakaian ponsel secara berlebihan saat hamil," kata Prof hugh Taylor yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (16/3/2012).

Meski sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah, tak pelak hasil penelitian ini memicu kontroversi di kalangan para ilmuwan sendiri. Bukan sekedar tidak ingin menyamakan manusia dengan tikus, tapi dalam hal ini tikus dianggap benar-benar tidak bisa mewakili kondisi pada ibu hamil.

Salah satu alasannya adalah soal ukuran tikus, yang kadang-kadang sama atau malah tidak lebih besar dari ukuran ponsel. Kondisinya berbeda sebab pada manusia radiasi ponsel hanya di sekitar kepala, sementara pada tikus radiasi bisa langsung mengenai seluruh tubuhnya yang kecil itu.

Selain itu, bayi tikus hanya dikandung selama 19 hari dan saat dilahirkan kondisi otaknya memang belum benar-benar matang. Lain halnya dengan bayi manusia yang harus dikandung sekitar 10 bulan sehingga orang bisa tumbuh lebih optimal tanpa pengaruh radiasi selama dalam kandungan.

GPPH sendiri merupakan gangguan perilaku yang dicirikan dengan susah konsentrasi dan memperhatikan, hiperaktif dan impulsif atau hanya menuruti keinginan tanpa pikir panjang. Diperkirakan 3-7 persen anak sekolah mengalaminya, sehingga prestasi belajarnya terganggu.

Tips Tidur yang Baik untuk Wanita Hamil

imgTidur bagi wanita hamil merupakan sebuah kebutuhan. Adanya janin dalam perut memberikan ketegangan pada tubuh wanita, itu sebabnya wanita hamil cepat lelah dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak.

Agar perkembangan janin baik, seorang ibu harus memperhatikan kualitas maupun posisi tudur.

Berikut 10 tips yang perlu diperhatikan oleh wanita hamil seperti dikutip dari coolhealthtips, Kamis (29/3/2012) antara lain:

1. Perbanyak Istirahat
Selama masa kehamilan cobalah untuk beristirahat sebanyak mungkin dan cobalah untuk menambah jam tidur Anda.

2. Tetapkan Jam Malam
Tidur di jam yang sama setiap malam akan membiasakan tubuh memiliki jadwal khusus untuk beristirahat. Hal ini bagus untuk kesehatan ibu dan janin.

3. Tidur dengan Posisi Kepala dan Leher Terangkat.
Tidur dengan kepala dan leher diangkat dapat menurunkan asam lambung.

4. Hindari Mimpi Buruk
Pikiran yang penuh beban ketika pergi tidur kadang akan terbawa sampai ke mimpi. Untuk menghindari mimpi buruk, berbagilah dengan pasangan mengenai masalah dan ketakutan Anda dan hindari makan malam yang terlalu banyak.

5. Gunakan Bantal Tambahan
Pada trimester pertama kehamilan, Anda dapat menggunakan bantal tambahan antara lutut atau di bawah perut agar badan lebih nyaman ketika tidur.

6. Pakailah Bantal Panjang
Anda akan dapat menikmati tidur yang lebih baik pada trimester kedua kehamilan dengan menempatkan bantal di antara kedua lutut dan bantal yang memanjang dari punggung hingga perut.

7. Tidur Miring ke Kiri
Pada trimester ketiga, cobalah untuk tidur miring ke kiri sehingga sirkulasi darah dapat ditingkatkan ke arah rahim, janin dan ginjal. Sirkulasi darah pada jantung juga dapat ditingkatkan dengan cara ini.

8. Lakukan Aktivitas Kecil
Memasuki trimester ketiga, wanita hamil kadang tidak bisa tidur di malam hari. Lakukan beberapa kegiatan seperti menonton TV dan mendengarkan musik sebelum Anda mencoba untuk tidur kembali.

9. Atasi Kram Kaki
Wanita hamil kadang mengalami kram di kaki, untuk mengatasinya luruskan kaki dan gerak-gerakkan kaki Anda ke atas ketika sedang berbaring di tempat tidur.

Masa kehamilan menuntut wanita untuk lebih banyak beristirahat dan tidak stres karena hal ini akan menjamin pertumbuhan janin yang sehat. Hindarilah melakukan pekerjaan yang berat, olah raga yang teratur dan makan makanan yang bergizi.

Hamil Saat Sedang Diet Bikin Bayi Lahir Obesitas

imgSaat merencanakan kehamilan, sebaiknya perempuan harus memperhatikan pola makan dan jangan melakukan diet berlebihan. Studi baru menunjukkan bahwa perempuan yang hamil saat sedang diet bisa membuat bayi menjadi obesitas (kegemukan) dan berisiko menderita diabetes di kemudian hari.

Para ilmuwan di University of Manchester menemukan bahwa ibu yang hamil saat sedang menjalani diet dapat menyebabkan perubahan DNA pada otak janin dalam rahim.

Studi ini dilakukan terhadap domba betina, namun ilmuwan menegaskan bahwa temuan ini bisa berlaku pada manusia. Temuan ini juga bisa menjelaskan mengapa bayi kembar lebih mungkin menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa.

Studi ini meneliti kehamilan kembar pada domba serta kehamilan induk domna yang menerima lebih sedikit makanan saat masa konsesi (pembuahan). Peneliti kemudian melihat jaringan otak anak domba yang belum lahir untuk melihat apakah ada perubahan dalam struktur DNA.

"Kami menemukan bahwa anak-anak domba kembar yang belum lahir memiliki perubahan struktur DNA di wilayah otak yang mengatur asupan makanan dan glukosa yang menghasilkan peluang peningkatan diabetes di masa dewasa," jelas pemimpin studi Anne White, seperti dilansir Dailymail, Rabu (4/4/2012).

Menurut Anne, temuan ini menunjukkan alasan mengapa anak kembar lebih mungkin menderita diabetes. Selain itu juga menunjukkan bahwa ibu yang tidak mendapatkan cukup makanan pada masa pembuahan mungkin memiliki anak yang tumbuh dengan peningkatan risiko diabetes.

Para peneliti percaya bahwa temuan ini relevan dengan manusia, karena peneliti mengungkapkan cara non-genetik atau 'epigenetik', di mana DNA keturunan dapat diubah.

"Studi kami penting karena menunjukkan bahwa faktor-faktor di otak dapat diubah oleh mekanisme non-keturunan dan ini menghasilkan perubahan dalam tubuh, yang bisa membuat orang gemuk," tambah Anne.

Hal ini ditekankan karena diet pada perempuan muda sangat umum dan dapat terjadi pada perempuan yang mungkin tidak tahu bahwa hamil.

Hasil studi ini sudah dipublikasikan dalam Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology.

Hamil yang Terencana Cegah Cacat Lahir Pada Bayi

img  
 Kehamilan adalah sesuatu yang harus direncanakan dengan baik agar bisa menghasilkan keturunan yang optimal. Selain itu studi menemukan kehamilan yang terencana mengurangi risiko cacat lahir.

Studi menemukan perempuan yang ingin hamil terutama yang menggunakan obat untuk kondisi kronis harus memiliki rencana yang baik. Hal ini karena beberapa obat diketahui menyebabkan cacat lahir.

"Hal terbaik bagi perempuan, untuk semua perempuan adalah merencanakan kehamilan mereka," ujar Dr Diane Ashton, wakil direktur medis March of Dimes, seperti dikutip dari HealhtDay, Selasa (10/4/2012).

Dr Ashton menuturkan setiap perempuan harus berbicara terlebih dahulu dengan dokter tentang rencananya untuk hamil dan memiliki anak. Hal ini karena jika kondisinya membutuhkan pengobatan tertentu maka bisa dicari waktu ideal untuk mengubah obat-obatan dengan yang berisiko lebih kecil, sehingga ibu dalam kondisi yang lebih stabil.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menuturkan cacat lahir merupakan penyebab kematian utama pada bayi berusia kurang dari 1 tahun, dan cacat lahir yang terjadi pada awal kehamilan sering tidak disadari oleh ibu hamil.

"Waktu yang paling berbahaya adalah trimester pertama, terutama antara minggu ketiga dan delapan, karena saat itulah semua organ terbentuk," ujar Dr Deborah Campbell, direktur neonatologi di Montefiore Medical Center, New York City.

Dr Campbell menjelaskan jika kehamilan seseorang tidak direncanakan, maka perempuan ini kemungkinan tidak tahu bahwa ia sedang hamil sehingga mengonsumsi obat-obatan atau memiliki perilaku yang bisa mengganggu kehamilan dan menyebabkan kecacatan.

Para ahli medis setuju untuk menghindari paparan obat selama kehamilan. Namun jika pengobatan memang tidak bisa dihentikan, dokter bisa memantau kehamilan yang terjadi dan ibu berada dalam kondisi terbaik.

Dr Ashton mengungkapkan ada beberapa obat yang diketahui berisiko jika dikonsumsi oleh ibu hamil seperti:
  1. Obat yang mempengaruhi hormon perempuan bisa menyebabkan bayi lahir dengan masalah pada alat kelaminnya
  2. Beberapa obat anti kejang bisa menyebabkan cacat jantung, spina bifida dan bibir sumbing
  3. Asam retinoid telah dikaitkan dengan sejumlah cacat lahir termasuk kelainan jantung, wajah dan otak
  4. Beberapa antidepresan telah dikaitkan dengan cacat jantung.
Sumber!

Kurus Sebelum Hamil Bikin Bayi Lebih Sehat

img
Calon bayi bisa saja sakit-sakitan karena dipengaruhi kondisi sang ibu di masa kehamilan, terutama bagi ibu dengan obesitas. Meski pola makannya sehat, kesehatan calon bayinya belum tentu terjamin. Oleh karena itu menurut sebuah studi baru, lebih baik menurunkan berat badan terlebih dahulu sebelum hamil.

"Kita bisa lihat ada lemak terasing di dalam plasenta ibu dengan obesitas, padahal lemak ini seharusnya disalurkan pada calon bayi untuk menopang pertumbuhannya.

Bagian yang menyuplai nutrisi dalam plasenta ibu obesitas sendiri besarnya separuh dari penyuplai nutrisi milik ibu dengan berat badan normal, bahkan jika keduanya memiliki pola diet sehat yang sama," kata Yuan-Xiang Pan, ahli epigenetika dan profesor nutrisi di University of Illinois.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biology of Reproduction ini, Pan bersama koleganya, Rita Strakovsky menyalahkan apa yang ia sebut sebagai lingkungan 'obesogenik' dari sang ibu, termasuk peningkatan trigliserida, hormon leptin dan jumlah asam lemak non-esterifikasi (NEFA) yang bersirkulasi di dalam tubuh ibu hamil yang mengalami obesitas.

Kadar trigliserida dan NEFA dalam tubuh ibu obesitas hampir dua kali lipat, meski mengonsumsi diet sehat selama kehamilan. "Saran saya adalah turunkan berat badan dulu sebelum Anda hamil," kata Pan seperti dilansir dari The Times of India, Selasa (17/4/2012).

Ibu obesitas pun cenderung melahirkan bayi yang 17 persen lebih kecil dari berat idealnya. Konsekuensinya, bayi itu akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit, mungkin hingga seumur hidupnya, tambahnya.

9 Hal yang Membuat Perempuan Susah Hamil

img  
Berencana untuk mempunyai anak tetapi sulit mendapatkan kehamilan? Mungkin ada masalah dengan kesuburan pasangan. Kehamilan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kesuburan saja, tetapi beberapa gaya hidup dapat menghambat kehamilan.

Berikut 9 hal yang dapat menghambat kehamilan seperti dikutip dari lifescript, Rabu (25/4/2012) antara lain:

1. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Padahal, ketika Anda mulai menginjak usia 30 - 40 tahun, akan sulit untuk hamil. Bahkan ketika wanita berumur 45 tahun, hampir tidak mungkin bisa hamil.

"Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun," kata Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California.

Jika Anda telah menemukan pasangan hidup dan berencana memiliki beberapa anak, sebaiknya jangan menunda kehamilan terlalu lama demi karir atau alasan lain.

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Human papillomavirus atau HPV, adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Hal ini dapat mengakibatkan displasia serviks, pertumbuhan abnormal sel dan kanker jika tidak terdeteksi.

Prosedur penghapus sel-sel yang abnormal karena infeksi virus HPV kadang-kadang membuat sulit untuk hamil atau membawa bayi untuk istilah.

Jika tidak segera diobati, sekitar 10% -15% wanita dengan penyakit klamidia akibat HPV akan menderita penyakit radang panggul (PID), yang dapat merusak tuba falopi dan jaringan dalam dan dekat uterus dan ovarium.

Sebanyak 93% wanita yang pernah mengalami masalah pada tuba falopi karena PID tidak dapat hamil sesudahnya.

3. Jumlah Sperma Sedikit
Kesuburan tidak tergantung pada wanita saja, tetapi juga pada sperma pria. Jumlah sperma yang rendah atau kurang dari 20 juta sperma per mililiter air mani sangat kurang untuk membuahi sel telur. Menurut Mayo Clinic, ejakulasi normal harus mengandung setidaknya 39 juta sperma.

Seorang wanita tetap bisa hamil meskipun jumlah sperma yang dikeluarkan oleh suaminya terlalu sedikit, tetapi akan membutuhkan waktu yang lama. Konsultasikan mengenai masalah rendahnya produksi sperma tersebut ke dokter.

4. Anda Terlalu Kurus
Hampir semua wanita mengidamkan tubuh yang langsing dan indah dengan cara berolahraga dan diet ketat. Orang yang terlalu ramping akan cenderung susah hamil.

"Kurangnya lemak bisa memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk ovulasi, termasuk hormon estrogen. Estrogen dan testosteron, yang merangsang produksi sperma berasal dari kolesterol. Jadi sedikit lemak bagus untuk wanita hamil," kata John Norian, M.D., dokter spesialis kesuburan di Loma Linda University’s Center for Fertility, California.

Mintalah dokter Anda untuk menentukan berat badan yang ideal untuk mengoptimalkan kesuburan.

5. Anda Terlalu Gemuk
Wanita yang mempunyai masalah kelebihan berat badan juga mungkin sulit untuk hamil. Hal ini karena sel-sel lemak terlalu banyak menyebabkan kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur. Juga, obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran.

"Pada pria kelebihan berat badan, akan membuat gerak sperma lambat dan jumlah sperma mungkin turun karena testis menjadi terlalu hangat karena badan yang gemuk," kata Norian.

Cobalah untuk menurunkan berat badan sebelum mencoba untuk hamil.

6. Berolahraga terlalu Berat
Olahraga memang sangat baik untuk Anda, tetapi olahraga yang terlalu berat malah akan membuat Anda susah mendapatkan kehamilan.

"Wanita yang terlalu keras berolahraga akan kehilangan lemak tubuh yang membantu memproduksi estrogen, yang memacu ovulasi. Berolahraga cukup dilakukan 4-5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung 120-130 denyut per menit," kata Norian.

Pria yang berolahraga terlalu banyak juga dapat menaikkan suhu internal dari testis yang menyebabkan sperma mati. Olahraga yang terlalu over juga dapat mempengaruhi bentuk sperma, faktor utama dari infertilitas.

7. Konsumsi Suplemen
Kadang-kadang kebiasaan yang baik, seperti mengonsumsi vitamin, ternyata berisiko terhadap kehamilan. Terlalu banyak vitamin A yang disimpan dalam tubuh dapat menyebabkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain.

Wanita 19 tahun dan lebih tua harus mengambil tidak lebih dari 5.000 IU per hari, yang setidaknya 50% berasal dari beta-karoten, biasanya jumlah dalam multivitamin.

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen. Pastikan suplemen yang Anda konsumsi tidak menghambat beberapa hormon yang mengganggu kesuburan.

8. Pelumas
Hampir setiap pelumas dapat membahayakan sperma dan berisiko terhadap infertilitas. Periksa label pelumas untuk memastikan cairan tersebut tidak mengandung bahan spermisida.

Jika Anda harus menggunakan pelumas, pilihlah pelumas dengan bahan berbasis air, bukan berbasis minyak bumi karena dapat memperlambat sperma.

9. Faktor Lain
Beberapa faktor yang mengahmbat kehamilan adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terlalu banyak asupan kafein dalam tubuh.

Merokok Selama Kehamilan Bikin Anak Autis

img  
Wanita yang merokok selama kehamilan cenderung melahirkan bayi yang menderita salah satu jenis autisme yaitu gangguan Asperger.

"Autisme adalah istilah umum untuk beberapa jenis gangguan yang merusak kemampuan sosial dan komunikasi," ungkap Amy Kalkbrenner, asisten profesor di University of Wisconsin-Milwaukee, Joseph J. Zilber School of Public Health dan ketua tim peneliti.

"Apa yang kami lihat adalah beberapa gangguan pada spektrum autisme bisa jadi dipengaruhi oleh faktor seperti apakah seorang ibu merokok selama kehamilan."

Angka ibu yang merokok selama kehamilan masih tinggi di Amerika Serikat meskipun banyak yang tahu bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi bayi. Kalkbrenner pun menemukan bahwa 13 persen ibu yang anaknya dilibatkan dalam studi ini merokok selama kehamilan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, Kalkbrenner dan koleganya membandingkan data dari akte kelahiran ribuan anak dari 11 negara bagian dengan database anak yang didiagnosis menderita autisme yang dimiliki oleh CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring Network (ADDMN).

Hasilnya, dari 633.989 anak yang lahir pada tahun 1992, 1994, 1996 dan 1998, 3.315 diantaranya diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme pada usia 8 tahun.

"Studi ini tidak mengatakan secara pasti bahwa merokok merupakan faktor risiko autisme," kata Kalkbrenner seperti dilansir dari LiveScience, Senin (30/4/2012). "Namun studi ini menyatakan adanya kaitan antara merokok dengan tipe-tipe autisme tertentu". Kaitan itu pun membutuhkan studi yang lebih lanjut, tambahnya.

"CDC sendiri baru saja merilis data yang mengindikasikan bahwa 1 dari 88 anak-anak menderita gangguan spektrum autisme," katanya.

Karena autisme melibatkan spektrum yang luas dari kondisi dan interaksi genetika dengan lingkungan yang begitu kompleks, tidak ada studi yang bisa menjelaskan semua penyebab autisme, tambahnya. "Namun tujuan utama dari studi ini adalah untuk membantu menemukan salah satu jawabannya."

Aprudin, S.Pd.I

Foto saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
"Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu, dan bersyukurlah karena orang yang selalu menemukan alasan untuk bersyukur adalah orang yang jauh lebih kuat dari pada orang yang selalu mencari alasan ‘tuk mengeluh". ""el éxito siempre estará con nosotros"