Selasa, 22 Januari 2013

5 Tempat Wisata di Sumatera Utara

1.Danau Toba
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Danau Toba adalah tempat wisata yang paling poluler di Sumatera Utara dan banyak wisatawan mancanegara yang mengunjugin tempat tersebut


2.Bukit Lawang
Objek wisata Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat Sumatra Utara, dipadati para wisatawan domestik dan asing.
Selama liburan, ribuan wisatawan berlibur di objek wisata Bukit Lawang Bahorok, ujar staf kantor Parawisata Langkat, Andi yang dihubungi, Selasa 17 Mei 2011.
Wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan manca negara (wisman) itu antara lain mengunjungi Bukit Langa, untuk melihat orang utan, maupun menikmai keindahan alam Bukit Lawang, katanya.
Mereka datang dari berbagai daerah seperti Medan, Binjai, Deli Serdang maupun dari Langkat sendiri.
Selain menikmati dinginnya air Bahorok, mereka juga menikmati panorama alam, dengan hijaunya pegunungan Bukit Barisan, yang lebih terkenal dengan sebutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Selain itu wisatawan bisa melihat keberadaan orang utan, yang menjadi salah satu ikon wisata Bahorok, yang sudah sangat dikenal di mancanegara.

Selain berlibur, wisatawan tersebut ada juga yang menginap di berbagai tempat penginapan yang ada seperti di Rindu Alam Hotel, Bukit Lawang Cottege, dan berbagai tempat penginapan lainnya.
Rata-rata mereka menginap satu hingga tiga hari di sana, apalagi ini libur panjang, cukup banyak wisatawan yang menginap, sehingga hotel penuh, katanya.
Sementara itu, Nimpan Pinem, salah seorang pelaku usaha mengatakan, sangat ramai wisatawan yang membeli berbagai cindera mata seperti baju kaos dan gantungan kunci. Selain itu juga berakit dengan ban, menyusuri hutan untuk melihat flora dan fauna, maupun juga melaksanakan arun jeram, menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Bahorok.
Bukit Lawang di hari libur panjang kali ini cukup ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara



3.Pulau Samosir
Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba di Sumatera Utara. Suatu pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Samosir menjadi kabupaten pada Januari 2004. Sebelumnya, pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Toba Samosir. Terdiri atas 9 kecamatan, yaitu Pangururan (Ibu Kota Kabupaten), Harian, Sianjur Mulamula, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ronggur Nihuta, Simanindo, dan Sitio-Tio.

Masing-masing kecamatan memiliki objek wisata, yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai tambah bagi pulau yang berpenduduk 131.000 jiwa. Namun, sayang potensi wisata itu belum dikelola maksimal. Alhasil, yang tampak dalam kunjungan SP baru-baru ini ke daerah itu adalah Samosir yang sepi. Padahal Juni dan Juli merupakan waktu libur.
Kesan kurang terawat dan pegunungannya yang gundul terlihat di berbagai tempat di lokasi wisata. Cuaca yang terik akhir-akhir ini semakin mengesankan kegersangan di tanah asal Suku Batak ini. Kondisi yang gersang dengan mata pencaharian utama bertani serta akses yang kurang membuat Samosir kurang berkembang dibanding tempat wisata lain. Tidak mengherankan, penduduk setempat banyak yang merantau ke luar Samosir. Menurut Bupati Samosir Mangindar Simbolon, sebagian besar lulusan SMA meninggalkan Samosir untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik.
Akses yang kurang menjadi satu dari sekian banyak hal yang menghambat perkembangan wisata di Samosir. Untuk mencapai pulau ini cukup memakan waktu. Perjalanan Jakarta ke Medan memakan waktu dua jam penerbangan, dilanjutkan dengan perjalanan darat memakan waktu empat jam dari Medan ke Parapat, dan menggunakan kapal feri 45 menit dari Dermaga Ajibata, maka seorang wisatawan membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam. Waktu tempauh 45 menit akan lebih singkat menjadi 10 menit bila menggunakan speed boat.
Tanah Leluhur
Pulau Samosir diyakini sebagai daerah asal orang Batak. Pasalnya, di pulau ini tepatnya di Pusuk Buhit Kecamatan Sianjur Mulamula merupakan asal orang Batak. Pusuk Buhit merupakan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan Danau Toba. Perbukitan ini dipercaya sebagai alam semesta atau “Mulajadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa) menampakkan diri. Di kecamatan ini ada Desa Sianjur Mulamula yang merupakan perkampungan pertama kelompok masyarakat Batak.
Desa ini berada di kaki bukit Pusuk Buhit. Di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Sebagai informasi, sebutan Raja Batak bukan karena posisi sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan keturunan Batak terhadap nenek moyang Suku Batak. Informasi yang beredar menyebut, Raja Batak berasal dari Thailand melalui Semenanjung Malaysia, Sumatera hingga tiba di Sianjurmulamula. Informasi lain menyebut Raja Batak berasal dari India melalui daerah Barus atau Alas Gayo hingga sampai ke Danau Toba.

4.Gunung Sibayak
Gunung Sibayak yang terletak di dataran tinggi Karo (baca: Sekilas mengenai Tanah Karo) dengan ketinggian 2.094 m dari permukaan laut. Gunung yang keadaan puncaknya yang sudah porak poranda karena letusan di masa lalu ini bisa dicapai dari dua tempat yaitu: dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung) dan dari kota Brastagi. Gunung Sibayak ini merupakan gunng api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat.
Gunung ini tidak begitu sulit untuk didaki bahkan oleh seorang pemula sekalipun. Seperti halnya Gunung Gede di Jawa Barat, gunung ini selalu ramai dikunjungi oleh para pendaki lokal dimalam minggu. Mereka biasanya mulai mendaki sekitar jam 02.00 dini hari untuk mendapatkan pemandangan matahari terbit dipuncak gunung ini.
Dari puncak gunung ini kita bisa menyaksikan pemandangan kota Medan di kejauhan.
Faktor kondensasi di gunung ini sangat tinggi yang menyebabkan seringnya terlihat kabut yang bergerombol didaerah puncak.
5.Gundaling

Bukit Gundaling dengan ketinggian 1 575 M dari permukaan laut berjarak 3 km dari kota Brastagi.
Untuk mencapai bukit ini dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sado. Di bukit ini terdapat taman yang indah, tempat bersantai dan sarana jalan setapak untuk olahraga yang mengitari puncak bukit Gundaling. Dari puncak bukit dapat dinikmati panorama gunungapi Sibayak dan gunungapi Sinabung yang mengagumkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar