Jumat, 07 Desember 2012

10 Rahasia Seks Pria Yang Jarang Diketahui

1. Sperma yang sempat terperangkap lebih gesit ‘berenang’
Tak semua sperma ‘berlomba’ untuk mencapai satu sel telur sekaligus. Meski sebagian sperma akhirnya bisa masuk ke dalam saluran vagina tapi beberapa diantaranya juga ada yang terperangkap sementara di dalam sperma yang mengental atau menggumpal (koagulasi).
Kemudian sperma-sperma ini akhirnya berhasil ‘dicairkan’ oleh enzim-enzim tertentu sehingga mereka bisa berenang untuk mencapai sistem reproduksi wanita.
Namun menurut para pakar, proses penggumpalan ini ternyata bertujuan untuk mempercepat pelepasan sperma ke dalam uterus atau rahim, termasuk meningkatkan peluang salah satu sperma ini untuk mencapai sel telur dan membuahinya.
2. Oksitosin juga berpengaruh pada pria
Selama ini oksitosin hanya diyakini dapat mempengaruhi para wanita ketika bercinta (dan menyusui). Tapi ternyata hormon kasih sayang ini juga dilepaskan pria saat intim dengan pasangannya.
Bahkan sebuah studi dari Swiss menemukan bahwa oksitosin dikatakan menambah tingkat kepercayaan pria terhadap pasangannya.

3. Testosterone tinggi = jarang bercinta
Meski kadar testosterone tinggi seringkali dikaitkan dengan tingginya gairah seksual, nyatanya banyak pakar yang justru menemukan hal sebaliknya. Pria dengan kadar testosterone tinggi dilaporkan jarang menikah, sering bersikap abusif terhadap pasangan dan lebih sering bercerai.

4. Faktor utama kematian saat bercinta: selingkuh
Sebuah studi pada tahun 1975 menemukan sebuah pola unik kematian saat bercinta yang terjadi pada pria: ‘si korban biasanya sudah menikah tapi tidak sedang bercinta dengan pasangannya dan melakukannya di lingkungan yang asing. Bahkan dikatakan kematian itu terjadi setelah minum-minuman keras dalam jumlah banyak.
Temuan ini diperkuat oleh studi lain yang dilakukan pada tahun 1989. Studi ini membuktikan bahwa seks di luar nikah itu mematikan. 14 dari 20 kasus kematian ketika berhubungan seksual terjadi dalam perselingkuhan.

5. Banyak orgasme cegah kanker payudara pada pria
Studi dari Yunani membuktikan bahwa tinggi rendahnya frekuensi orgasme pada pria dewasa berpengaruh terhadap risiko kanker payudaranya.
Lagipula pria penderita kanker payudara rata-rata mengalami orgasme lebih sedikit daripada pria yang tak mengidap penyakit itu.

6. Ukuran penis pria bisa dilihat dari jarinya
Jika jari manis seorang pria lebih panjang dari jari telunjuknya maka itu berarti kadar testosterone yang dimilikinya terbilang sehat. Hal ini diungkap sebuah studi dari University of Liverpool, Inggris.
Begitu juga sebaliknya, jika jari manisnya sama besar atau lebih kecil dari jari telunjuk, itu berarti kadar testosterone yang didapatnya lebih rendah. Itulah sebabnya panjang jari manis juga dapat digunakan untuk memperkirakan panjang organ reproduksi pria.

7. Pria lebih cepat jatuh cinta
Kata Dr. Helen Fisher, prialah yang tak bisa mengendalikan dirinya setelah sekilas melihat seseorang yang berwajah menarik dan langsung jatuh cinta karenanya.

8. Keluarga mempengaruhi kadar testosterone
Studi yang dilakukan MayoClinic pada tahun 2011 mengungkapkan semakin dekat seorang pria pada keluarganya maka kadar testosteronenya akan semakin menurun.
Bahkan para pria dikatakan akan mengalami penurunan kadar testosterone secara signifikan ketika anak pertamanya lahir, apalagi ketika si pria sudah memegangnya.

9. Nikmat orgasme itu seperti habis BAB
Sebuah studi pada tahun 2002 menyebutkan bahwa seorang pria akan merasakan kenikmatan orgasme seperti halnya selesai buang air besar. Denyut nadinya akan meningkat saat ia mencapai klimaks, diikuti oleh relaksasi lalu mereka akan mengalami kelelahan ekstrem.

10. Pria suka seks yang ‘tak biasa’
Para pria menunjukkan keinginannya yang sangat besar untuk mempraktikkan seks yang ‘tak biasa’, bahkan lebih besar daripada wanita karena rasionya mencapai 20:1. Biasanya aktivitas seks yang dimaksud tidak diterima oleh lingkungan sosial atau dianggap sebagai perilaku ilegal seperti eksibisionisme.
Nah itulah beberapa rahasia seks pria yang harus kamu ketahui.

5 Alasan Jangan Mencukur Rambut Yang Ada di Badan

Cukur Bulu BadanPernah mencukur bulu atau rambut yang ada di badan kamu apa yang kamu rasakan setelah mencukur bulu badan ? Sebenarnya mencukur bulu bulu yang ada di badan kamu ada efek sampinya lho nah kamu mau tahu apa aja itu simak 5 Alasan Jangan Mncukur Bulu Yang Ada di Badan berikut ini.
1. Tebal dan tajam
Mencukur membuat rambut tumbuh lebih tebal dan tajam. Jika tidak dicukur secara teratur, kulit akan terasa kasar.

2. Pertumbuhan rambut meningkat
Kebiasaan mencukur membuat pertumbuhan rambut semakin cepat. Efeknya, Anda harus lebih sering mencukur karena rambut akan segera tumbuh kembali.

3. Kulit kasar
Apa beda waxing dan bercukur? Waxing tidak mengikis kelembapan kulit. Sebaliknya, bercukur bikin kulit semakin kasar.

4. Rambut mengeras
Bercukur membuat rambut di tubuh semakin sulit untuk dihilangkan. Rambut menjadi kian tebal dan keras.

5. Rambut tumbuh di dalam kulit
Masalah ini sering dialami oleh mereka yang gemar bercukur. Rambut tidak tumbuh ke permukaan, melainkan tumbuh di bawah kulit.
Nah itulah beberapa akibat yang akan timbul jika kamu sering mencukur bulu yang ada di tubuh kamu.Sumber! 
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
8 Ritual Kecantikan Yang Bisa Mengancam Karir Anda Di Kantor

5 Hal Ini Indonesia Kalah Dari Malaysia

Indonesia Malaysia 
Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun namun kedua negara ini sering bersaing dalam beberapa hal contohnya sepak bola jika kedua negara ini bertemu maka akan menjadi pertandingan yang sangat panas. Dulunya Malaysia pernah berguru dengan Indonesia namun kini Malaysia sudah lebih maju dari Indonesia terutama 5 hal berikut Indonesia masih ketinggalan sama Malaysia nah kamu ingin tahu apa aja itu simak 5 Hal yangIndonesia Kalah Dari Malaysia seperti dikutpi dari situs merdeka.com berikut ini.

1. Peralatan Militer
Secara kuantitas Indonesia mempunyai jumlah militer jauh lebih besar dari Malaysia.
Pengamat Pertahanan Negara dari Universitas Indonesia Connie Rakahundini Bakrie dalam bukunya berjudul Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal menuliskan persenjataan (alutsista) dimiliki negara ini unggul jauh dibanding Malaysia. Peta militer dunia menyebutkan posisi Indonesia cukup terhormat yakni posisi 18, bahkan mengungguli militer Australia berada di peringkat 24 dan Malaysia di peringkat 27.

Dari data ini harusnya Indonesia menang. Namun ada beberapa faktor membuat Malaysia lebih unggul. Beberapa diantaranya jumlah penduduk lebih sedikit, jadi sedikit pula harus diselamatkan bila perang antar dua negara ini pecah dan keikut sertaan Negeri Jiran dalam Perjanjian Pertahanan Lima Kekuatan (FPDA) yang anggotanya terdiri dari tentara Inggris, Australia, Singapura dan Selandia Baru. Jika Malaysia diserang, militer empat anggota FPDA bakal membantu.
2. Angka Harapan Hidup
Hasil survey Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) melalui publikasi tahunan mereka World Factbook memperlihatkan harapan hidup alias umur maksimal orang Malaysia lebih baik dari Indonesia. CIA melihat dari investasi masalah kesehatan dan kualitas hidup negara.
Jika rata-rata orang Malaysia bisa hidup sampai 74,04 tahun, maka umur orang Indonesia lebih pendek yakni 71,62.

3. Bola
Paling miris dan bikin menangis yakni kekalahan Tim Nasional Indonesia dari Malaysia di Piala Federasi Sepak Bola Negara Asia Tenggara (AFF) baru digelar Sabtu (1/12). Harimau Malaya mematahkan sayap Garuda 2-0.
Bukan hanya tahun ini Indonesia menelan kekalahan. Di partai final Piala AFF dua tahun lalu Zamrud Khatulistiwa harus menyerah dari Negeri Jiran.
Banyak faktor kekalahan kita dari Malaysia, termasuk tidak berjalannya pencarian bibit muda.

4. Korupsi
Transparency Internasional mengumumkan Indonesia turun 18 peringkat dan berada di urutan 118 Indeks Persepso Korupsi (CPI) 2012. Ini artinya budaya merampok uang rakyat makin merajalela di pemerintahan Indonesia.
Sementara Malaysia jauh di atas Indonesia dengan peringkat 54. Meski demikian, mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim awal tahun ini pernah mengatakan praktik korupsi di negaranya sama bejat dengan di Indonesia bahkan lebih canggih dan tidak terang-terangan hingga pejabat tetap terlihat bersih.

5. Pendapatan perkapita
Satu lagi kekalahan Indonesia dari Malaysia yakni pendapatan perkapita. Hingga 2011 Indonesia hanya meraih USD 3.425 sementara Malaysia sudah di angka lebih dari USD 9.000. Malaysia juga pernah dinobatkan sebagai negara dengan tingkat penduduk suka bekerja tertinggi sejagat oleh sebuah lembaga survei independen.